Keduanya disebut "Monte Carlo", tapi menjawab pertanyaan yang berlawanan. Yang satu ukur risiko dan hampir selalu terlihat bagus; yang satu uji apakah edge-nya nyata dan bisa membongkar backtest palsu. Ini contoh nyata dari sistem kami sendiri.
Kioseff · BuildAlpha · MT5 · gambar yang biasa beredar
Standar riset institusi (Masters · White's Reality Check)
Sistem APL+MB kami: resampling bilang 100% kurva profit (kiri, terlihat hebat). Tapi saat diuji cara kedua, nilai nyata jatuh tepat di dalam awan acak (kanan) — tak bisa dibedakan dari kebetulan. Sistem yang sama ini juga gagal audit lookahead kami. Resampling buta terhadap itu. Inilah kenapa hasil kami "tidak sesuai" gambar yang beredar — kami pakai tes yang lebih ketat.
Ukur risiko/drawdown. Tak bisa buktikan edge nyata.
Uji apakah edge beda dari acak. Menangkap lookahead & keberuntungan.
Buang efek "numpang tren", dan koreksi karena mencoba banyak strategi (walk-forward).
Yang benar: pakai keduanya, berurutan — permutation dulu untuk pastikan edge NYATA, baru resampling untuk hitung risiko. Kami fokus di permutation karena di situlah 95% trader tertipu. Lihat AUREUS →